Setiap Kenaikan Harga Minyak US$ 1, Subsidi Bertambah Rp 2 T

Setiap Kenaikan Harga Minyak US$ 1, Subsidi Bertambah Rp 2 T

- detikFinance
Rabu, 26 Mei 2004 23:27 WIB
Jakarta - Setiap kenaikan harga minyak US$ 1 per barrel, PT. Pertamina harus mengeluarkan tambahan subsidi BBM sekitar Rp 2 triliun. Padahal, harga minyak belakangan ini melonjak tajam bahkan mencapai US $ 41 per barrel, jauh dari target pemerintah dalam APBN 2004 sebesar US$ 22 per barrel."Kita perkirakan setiap kenaikan satu dolar pada hharga minyak dunmia akan menyebabkan Pertamina merogoh kocek untuk menambah subsidi Rp 2 triliun,"ungkap Direktur Keuangan PT. Pertamina Alfred Rohimone dalam Rapat Dengar Pendapat dengan komisi VIII DPR di Gedung DPR/MPR, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (25/5/2004) malam.Dia menambahkan, dengan asumsi harga minyak US$ 22, seharusnya subsidi yang dikeluarkan pemerintah hanya mencapai Rp 14,5 triliun. Namun saat ini subsidi itu membengkak menjadi sekitar Rp 36-40 triliun."Kita harus nombok. Jadi, ini cukup membuat keuangan kita kritis karena setiap bulan kita harus impor sekitar 300 ribu barrel untuk kebutuhan dalam negeri. Dan harga minyak yang membuat kita kesulitan adalah kurs dolar yang terus menguat terhadap rupiah yaitu dikisaran Rp 9 ribu," kilah Alfred.Sebagaimana diketahui, pemerintah memberi tugas PT. Pertamina untuk menjaga keamanan pasokan BBM dalam negeri. Salah satunya dengan melakukan impor minyak karena kapasitas kilang minyak yang ada tidak mencukupi. Untuk itu, PT. Pertamina harus mengeluarkan dana terlebih dahulu untuk beli minyak dari luar negeri. Dan baru kemudian pemerintah mengganti penggunaan dana tersebut. (ton/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads