"Kita akan meyakinkan kejadian ini tidak akan terulang lagi. Kita akan perbaiki koordinasi dengan Polisi, TNI AL dan instansi lainnya, selain
itu Bea dan Cukai juga akan diperkuat," kata Menteri Keuangan di kantor Bea dan Cukai Batam, Senin (7/3/2011).
Agus membantah soal tudingan Komisi XI DPR menggangap hilangnya barang hasil sitaan Bea dan Cukai Batam itu merupakan sebuah kelalaian. "Komisi XI justru mendukung tindakan Bea dan Cukai. Kita juga sudah melaporkan kejadian ini dan dapatkan dukungan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
di Batam. "Untuk itulah kita perlu meningkatkan koordinasi antara instansi," katanya.
Seperti diketahui penyerangan terjadi pada 12 Februari 2011 di Pelabuhan Mahobar, Batu Ampar, Batam pukul 04.00 WIB pagi. Penyerangan yang dilakukan oleh 150 orang tersebut membuat kapal patroli Bea dan Cukai rusak berat.
Kelompok ini diduga preman yang menyelundupkan ribuan botol minuman keras. Karena sehari sebelumnya, Bea dan Cukai berhasil menyita dua
kapal yang menyelundupkan miras dari Singapura tersebut. Kedua kapal ini yakni KM Muara Jaya dan KM Surya Indah.
(nal/hen)










































