Kenaikan Harga Pangan dan Energi Tak Mengagetkan

Kenaikan Harga Pangan dan Energi Tak Mengagetkan

- detikFinance
Senin, 07 Mar 2011 14:55 WIB
Jakarta - Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi mengaku tak kaget dengan kenaikan harga komoditas pangan dan energi dunia saat ini. Pola kenaikan ini sudah pernah terjadi sebelumnya.

"Kenaikan harga pangan ini bukan pertama kali terjadi. Di 1948 atau 1950-an ini pernah terjadi, lalu terjadi lagi tahun 1970-an, dan sekarang terjadi lagi mulai 2008, jadi ada commodity boom," ujar Bayu di kantornya, Jalan Margasatwa, Ragunan, Senin (7/3/2011).

Dikatakan Bayu, sejak Juli 2010 hingga Januari 2011 banyak komoditas yang naik harganya. Bayu menuturkan, harga kapas naik 113%, minyak kelapa naik 100%, gula naik 70%, karet naik 69%, pupuk urea naik 50%, nikel naik 31%, dan kopi arabica naik 30%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bisa dibilang harga komoditas naik semua, baik pangan, tambang, ataupun energi. Tapi ini bukan pertama kali terjadi," jelas Bayu.

Untuk kondisi saat ini, komoditas yang sedang mengalami kenaikan harga adalah di sektor agrikultur dan energi.

Akan tetapi, menurut Bayu, saat ini penyebab naiknya harga komoditas pangan dan energi ada 4 faktor. Pertama harga pupuk, biaya transportasi, pengelolaan biofuel, dan terakhir adalah perubahan aktivitas pemodal dari pasar saham ke komoditi.

"Pasar komoditi hanya yang menguntungkan yang dimainkan. Namun di samping itu ada faktor fundamental dan energi yang semakin langka," kata Bayu.

(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads