Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi mengatakan Inpres itu ditujukanΒ kepada 11 menteri terkait, Kapolri, Panglima TNI, BMKG, BPN, BNPB, dan gubernur/bupati.
"Inpres ini untuk mengamankan produksi beras serta antisispasi respon cepat," kata Bayu di kantornya, Ragunan, Jakarta, Senin (7/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk bantuan benih, pupuk, pestisida sudah dilakukan reguler selama 5 tahun ini, tahun ini ditambah biaya usaha tani," jelas Bayu.
Bayu menambahkan untuk target peningkatan produksi beras 3,5-4% di 2011 ini cukup bisa diterima, bahkan kata dia angka 5% bisa tercapai dengan berbagai langkah-langkah tadi.
Seperti diketahui pemerintah telah menganggarkan dana bantalan pangan sebanyak Rp 3 triliun di 2011. Sebanyak Rp 1 triliun untuk stabilitas pangan dan Rp 2 triliun untuk antisipasi cuaca ekstrem.
Mengenai produksi padi di 2011 berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan ARAM I produksi beras sebesar 67,31 juta ton gabah kering giling (GKG) atau meningkat sebanyak 895,86 ribu ton 1,35% dibandingkan tahun 2010 yang hanya sebesar 66,41 juta ton.
(stv/dnl)











































