Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso menyatakan saat ini pihaknya telah melakukan kontrak pembelian beras sebanyak 145 ribu ton. Namun, yang terserap hingga Februari lalu baru 117 ribu ton untuk daerah-daerah di Pulau Jawa, Sulawesi Selatan, dan NTB.
"Jadi hari kemarin kita sudah mencapai 117 ribu ton yang sudah masuk, kontraknya sudah 145 ribu ton, terutama di Pulau Jawa, Sulawesi Selatan, NTB," ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (9/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena panen belum merata sehingga harganya masih tinggi di beberapa tempat," ujarnya.
Untuk itu, Sutarto mengharapkan akan ada peningkatan dengan adanya panen-panen di beberapa daerah lain.
"Karena kita sekarang baru pertengahan bulan ini Lampung panen, Jawa Barat panen, mudah-mudahan daerah-daerah itu pengadaan bisa ditingkatkan," paparnya.
Pada tahun ini, target pengadaan beras Bulog adalah 3,5 juta ton. Dengan penyerapan yang masih rendah tersebut, Sutarto tidak merasa khawatir. Pasalnya, cadangan Bulog saat ini masih tersedia 1,5 juta ton.
"Stok Alhamdulillah, sesuai dengan permintaan pemerintah, kita menjaga minimal 1,5 juta ton dan kita juga tidak ada hambatan. dan raskin pun telah kita salurkan Maret lebih dari 67% dari target. kalau awal Maret saya kira ini relatif cukup baik," tandasnya.
(nia/dnl)










































