Purnomo: Posisi Net Importir Minyak RI Hanya Sementara
Kamis, 27 Mei 2004 17:24 WIB
Jakarta -
Posisi net importir Indonesia saat ini hanya bersifat sementara karena Indonesia masih mencatat keuntungan melalui ekspor minyak sebesar 150-200 ribu barel per hari.Demikian dikatakan Menteri ESDM Purnomo ketika diminta komentarnya mengenai dugaan Indonesia menjadi net importir minya usai mengikuti sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, Kamis (27/5/2004)."Kita belum tahu. Kalaupun itu terjadi sifatnya hanya sementara saja. Hingga saat ini ada penerimaan negara dari migas. Sekarang saja kita masih untung, masih bisa ekspor 150-200 ribu barel per hari," tegas Purnomo.Menurut Purnomo, Indonesia belum bisa dikatakan sebegai net importir minyak. "Logikanya, kalau sudah tidak ada lagi penerimaan negara dari migas, ya artinya nol. Tapi sampai saat ini kita masih punya penerimaan dari migas, dan sekarang masih untung," ujar Purnomo.Dijelaskan, meski ada kenaikan harga minyak namun pemerintah belum bisa mencatat keuntungan karena meski mendapat windfall profit namun tetap saja subsidi BBM bertambah. Apalagi, lanjut Purnomo, pemeritah pusat juga harus membagi hasil ke daerah.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































