"Tahun 2010 iklim begitu merugikan petani, disamping padi yang kena, hujan yang banyak, penyakit, buah-buahan juga jadi nggak ada yang tampil, dulu rambutan menggunung-gunung, sekarang mana? Juga durian," kata Ketua Umum Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir dalam acara diskusi Bulog di Jakarta, Kamis (10/3/2011)
Ia menambahkan secara pribadi ia sudah merasa tak menemukan mangga lokal beredar di pasar dalam negeri. Justru yang banyak muncul saat ini adalah buah-buah impor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Winarno menuturkan pada 2010 tidak ada sama sekali musim kemarau, yang ada hanya kemarau basah. Hal ini karena adanya fenomena iklim El Nino yang terjadi begitu sering dalam tempo waktu yang lama sehingga mempersulit siklus produksi pangan yang membawa penyakit
"Apapun tanamannya kalau kurang penyinaran produksi turun," katanya.
Menurutnya sektor pertanian dan perkebunan sangat tergantung dengan musim, sehingga jika musim sulit diprediksi dipastikan akan menggangu produksi pertanian khususnya pangan.
"FAO dan OECD (Organisation For Economic Co-Operation and Development) sudah memprediksi tahun 2007-2016 persedian beras dunia turun," katanya.
(hen/qom)











































