Purnomo: Harga Minyak APBN-P Diusulkan US$ 29-30 per Barel
Jumat, 28 Mei 2004 13:05 WIB
Jakarta - Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) akan mengusulkan perubahan asumsi harga minyak pada APBN-P (APBN Perubahan) dari US$ 22 per barel menjadi US$ 29-30 per barel. Angka ini dinilai masih konservatif karena harga minyak pada semester II ini berpotensi berada di kisaran US$ 34-35 per barel. Diharapkan angka tersebut pemerintah masih bisa mendapat untung. "Kita akan menganut prinsip konservatif. Jadi kira-kira untuk harga minyak kita tetapkan di batas tengah sebesar US4 29-30 per barel. Dengan angka ini kita bisa surplus," kata Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro di kantornya, Jumat (28/5/2004).Selain itu, lanjut Purnomo, DESDM juga akan mengusulkan perubahan realisasi produksi minyak dari 1,150 juta barel per hari menjadi 1.072 juta per hari. Penurunan produksi tersebut terkait turunnya produksi sejumlah lapangan minyak di Indonesia. "Dan apa yang terjadi saat ini merupakan refleksi 6 tahun yang lalu. Saat itu tidak ada lagi kegiatan eksplorasi. Jadi produksinya menurun," ungkap Purnomo.Ditambahkan, peningkatan investasi di sektor migas baru dirasakan pemerintah pada tahun 2000-2002 sehingga dalam beberapa tahun mendatang hasilnya baru bisa terlihat. "Diharapkan kita bisa mencapai target jangka panjang kita daam produksi minyak sebesar 1 miliar barel per hari. Dan ini akan dicapai dalam beberapa tahun mendatang," tegas Purnomo.
(qom/)











































