Awas! Perubahan Iklim Ancam Kelaparan Dunia di 2050

Awas! Perubahan Iklim Ancam Kelaparan Dunia di 2050

- detikFinance
Jumat, 11 Mar 2011 15:47 WIB
Jakarta - Perubahan iklim mengancam terjadi kelaparan di dunia karena merusak produksi pangan. Laju pertumbuhan penduduk yang signifikan juga menambah potensi kelaparan di dunia.

"Kelaparan di dunia dipacu oleh perubahan iklim yang mempengaruhi hasil dan produkasi pertanian," kata Assistant Director General Department of Agriculture and Consumer Protection FAO  Modibo Traore dalam sambutannya pada acara Ministerial Conference on Biodiversity, Food Security and Climate Change di Hotel Westin, Nusa Dua, Jumat (11/3/32011).

Untuk mengatasi ketahanan pangan dunia, Modibo mengajak untuk memanfaatkan plant genetic resources untuk mendapat bahan makanan dengan mengadopsi lingkungan yang baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Plant genetic resources dapat ditarik untuk mendapatkan perubahan baru dalam produksi bahan pangan," katanya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup  Gusti Muhammad Hatta menambahkan perubahan musim mempengaruhi panen pertanian, mempengaruhi produk pertanian dan mempengaruhi ketersediaan pangan.

"Pertanian paling rentang dengan iklim karena tergantung cuaca yang baik," kata Gusti.

Gusti memaparkan, pada beberapa tahun ini, dunia dihadapkan pada bencana alam, seperti banjir, kekeringan, angin puting beliung, fenomena alam seperti badai salju, badai tropis, es mencair dan naiknya permukaan laut.

Para ilmuwan menduga, hal ini terjadi tidak hanya karena kelalaian manusia tetapi juga akibat dari perubahan iklim. "Dampak yang sangat dirasakan adalah mempengaruhi hasil dan produksi pertanian," kata Gusti.

Berdasarkan data dari PBB, menurut Hatta, perubahan iklim akan menurunkan produksi padi sebesar 27%, gandum 42%, dan jagung 8,5% pada di 2050.
Konsekuensinya adalah akses mendapatkan kalori di negara berkembang akan turun, seperti di Asia turun 18%.

"Kondisi semakin mengkhawatirkan karena sesuai prediksi PBB,  laju pertumbuhan penduduk di dunia meningkat dari 2,5 miliar jiwa menjadi 9,2 miliar tahun 2050. Penduduk Indonesia menjadi sebanyak 273,7 juta jiwa pada tahun 2025 dengan laju pertumbuhan 1,3%," kata Gusti.

Untuk mengatasi ancaman kelaparan tersebut, Gusti menambahkan, Indonesia yang merupakan negara megabiodiversity memiliki tanggungjawab untuk melindungi agar keanekaragaman hayati bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran bangsa Indonesia dan dunia.

(gds/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads