YLKI Tetap Tolak Daging Asal AS

YLKI Tetap Tolak Daging Asal AS

- detikFinance
Sabtu, 29 Mei 2004 13:52 WIB
Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyatakan, tetap akan menolak masuknya impor daging asal AS dan negara-negara lain seperti India, Brazil dan Argentina yang terindikasi penyakit kuku dan mulut serta sapi gila demi keamanan konsumen selama tidak ada persyaratan ketat dari pemerintah.YLKI menilai bisa saja Indonesia kembali mengimpor daging dari AS jika ada sertifikasi dan persyaratan yang ketat seperti masalah halal, kesehatan dan sebagainya. Seperti yang berlaku di Jepang, dimana untuk impor daging diberlakukan sertifikasi.Demikian pernyataan Ketua YLKI Indah Sukmaningsih disela diskusi yang berlangsung di Mario's Place Kuningan Jakarta, sabtu,(29/5/2004). "Persoalannya apa mungkin Indonesia menerapkan persyaratan ketat dan sertifikasi seperti halnya yang ditetapkan Jepang, karena sudah pasti produsen enggan melakukan hal itu dan ujung-ujungnya akan menjadi beban konsumen. Jadi satu-satunya cara harus ada persyaratan ketat dari sertifikasi sapi gila (BSE)," kata Indah. Diungkapkan saat ini, pemerintah AS lewat kedubesnya terus melakukan lobi ke beberapa negara termasuk Indonesia untuk membuka keran impor dagingnya. "Namun persoalannya apakah impor daging tersebut bebas BSE atau tidak, mesti di AS pernah ditemeukan satu kasus beberapa waktu lalu. Itu yang harus diwaspadai. Kita akan menentang sepanjang syaratnya sudah sesuai," katanya.Berdasarkan hasil identifikasi YLKI menurut Indah, selain di Bandung sejumlah daerah seperti Pasar Jatinegara, Jombang, Ciledug dan beberapa supermarket sudah beredar daging ilegal yang membahayakan masyarakat. Namun seberapa besar peredaran daging ilegal tersebut, Indah mengaku sulit memperkirakan, karena dari ribuan ton daging ilegal yang masuk ke Indonesia tidak semuanya dimusnahkan.YLKI lanjut Indah, menghimbau kepada pemerintah agar kembali mengaktifkan dokter-dokter hewan di daerah-daerah yang rawan perdagangan daging ilegal, agar bisa meredam peredaran daging tersebut. Sejauh ini lanjut dia, sulit untuk YLKI masuk ke Bea Cukai sehingga yang bisa dilakukan hanya menghimbau masyarakat agar berhati-hati dan tidak makan daging dari negara-negara yang memang ditutup keran impornya.Sedangkan Dokter Hewan Mangku Sitepoe di tempat yang sama mengungkapkan, sulit bagi masyarakat untuk membedakan secara kasat mata mana daging ilegal dan yang tidak ilegal. Identifikasi penyakit kuku, mulut dan sapi gila menurutnya, hanya bisa lewat cek laboratorium. Maka itu ia juga menghimbau agar masyarakat berhati-hati jika ada daging yang dijual dengan harga murah. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads