Hal ini disampaikan oleh Atase Perdagangan Indonesia di Tokyo Djatmiko Bris Witjaksono kepada detikFinance Minggu malam (13/3/2011).
"Kita lihat dulu situasi di Jepang dan dampaknya kepada Jepang. Jepang akan membutuhkan dana unutk rehabilitasi," kata Djatmiko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih sangat potensial untuk, makanan, fesyen dan lifestyle, orang-orang Jepang banyak spending money untuk lifestsyle, situasi seperti ini jangan berhenti
mempromisikan," ungkapnya
Dikatakan Djatmiko desain-desain dari Indonesia akan bisa diterima di Jepang karena Indonesia memiliki keunikan yang mampu bersaing di pasar
global. Namun keunikan tersebut harus disesuaikan ke selera orang Jepang agar dapat diterima di sana.
"Design Indonesia tidak kalah, tapi tetap harus disesuaikan dengan selera Jepang," Tambahnya.
Sepanjang 2010 lalu, nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 157,73 miliar. Kontribusi ekspor terbesar masih dipegang pasar-pasar konvensional seperti Jepang US$16,5 miliar, China US$14,07 miliar, dan AS US$13,3 miliar. Pangsa pasar untuk 3 negara tersebut 33,85% dari total ekspor Indonesia.
(hen/hen)










































