Hal ini disampaikan oleh VP Corporate Communication Pertamina M. Harun kepada detikFinance, Senin (14/3/2011).
"Sejauh ini (tsunami) belum ada dampaknya, itu belum mulai terasa karena mereka masih pemulihan. Sampai sejauh ini bisnis kita tidak terlalu terganggu. Lagipula kita masuknya ke Tokyo yang impact-nya belum besar," tutur Harun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua adalah bisnis pelumas, di mana Pertamina sudah memasarkan pelumasnya di negara tersebut sejak akhir 2010 lalu. Lalu yang terakhir adalah bisnis avtur.
"Pertamina memonitor terus perkembangan yang ada, dan pantauan kami belum ada yang krusial. Sebetulnya kalau kita lihat, dengan banyaknya reaktor nuklir yang tutup, maka permintaan LNG pasti meningkat," kata Harun.
Secara terpisah, Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengaku khawatir dengan bisnis gas Pertamina ke Jepang akibat tsunami ini.
"Yang jelas di Jepang ada Pertamina, pasti pengaruh ke perminyakan dengan Jepang soal gas. Pembeli gas kita kan Jepang dan Korea, makanya ini pengaruh dari sisi investasi berpengaruh juga kan pastinya. Di sana kan juga ada Pertamina kita lihat apakah terganggu atau tidak di sana," tukas Mustafa di Gedung BPK.
(dnl/hen)










































