Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan ketikan ditemui usai rapat kabinet terbatas di Istana Bogor, Senin (14/3/2011).
"Ekspor kita ke Jepang dalam 10 tahun ini konsisten sebagai pangsa terbesar. Impor kita dari Jepang pun nomor dua terbesar. Pariwisata pun empat terbesar itu wisman Jepang. Untuk investasi juga keempat yang terbesar. Jadi memang Jepang amat sangat kita perhitungkan," tutur Rusman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Warganya sudah siap dan protapnya juga jelas. Mereka akan cepat pulih dalam waktu tak lama dan hubunan ekonomi kita kembali normal," tutur Rusman.
Karena itu, Indonesia sangat mengharapkan Jepang bisa cepat pulih dalam waktu yang cepat sehingga perekonomian Indonesia juga bisa normal dari sisi ekspor dan impor utamanya,
"Sudah pasti ada penurunan jumlah wisman dari Jepang. Kan tak mungkin mereka pergi-pergi saat negaranya kena musibah," jelas Rusman.
"Untuk inflasi kejadian di Jepang tak akan ganggu inflasi kita. Tapi ekspor dan impor kemungkinan besar terganggu," tukas Rusman.
(dnl/hen)











































