Asumsi ICP APBN 2011 Bisa Direvisi ke US$ 100 Per Barel

Asumsi ICP APBN 2011 Bisa Direvisi ke US$ 100 Per Barel

- detikFinance
Selasa, 15 Mar 2011 18:06 WIB
Jakarta - Pemerintah memberi sinyal asumsi indonesian crude price (ICP) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011 bisa naik berubah dengan kisaran US$ 80-100 per barel. Sementara target lifting minyak berada di kisaran 945 ribu-970 ribu barel per hari (bph).

"Sejumlah asumsi makro perlu ditinjau kembali. Kita memperkirakan realisasi ICP pada 2011 akan berada di kisaran US$ 80-100 per barel," kata Menteri ESDM Darwin Saleh di gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (15/3/2011).

Ia mengatakan, sepanjang tahun ini pemerintah memperkirakan lifting minyak berada di kisaran 945 ribu-970 ribu barel per hari (bph). Menurutnya, tingkat lifting minyak dunia saat ini terus turun sekitar 12 % per tahun.
Dikatakannya secara fundamental tidak ada faktor yang menyebabkan kenaikan harga minyak karena pasokannya melebihi permintaan. Suplai minyak dunia diperkirakan sebanyak 87,6 juta bph, sementara permintaannya 86,3 juta bph.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seharusnya harga minyak tidak naik, tetapi ada aspek non fundamental seperti sentimen pasar," ujarnya.

Ia mengatakan, per tanggal 14 maret 2011, harga rata-rata ICP sudah sebesar US$ 113,03 per barel. Kenaikan ICP ini tidak lepas dari konflik yang terjadi di Timur Tengah dan Afrika Utara serta gejolak politik.

"Karena 18% minyak indonesia berasal dari kedua wilayah tersebut. Jadi pada dasarnya bisa dipahami bahwa ketergantungan terhadap minyak harus dikurangi," ujarnya.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads