Sebanyak sepuluh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan penandatanganan nota kesepahaman dalam rangka bersinergi untuk mempercepat pembangunan dan perluasan ekonomi Indonesia.
"Sinergi BUMN diperlukan dan menjadi parameter insan BUMN untuk mencanangkan optimisime tinggi dalam berekspansi," ujar Menteri BUMN Mustafa Abubakar di sela acara BUMN Executive Breakfast Meeting di Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (16/3/2011).
Menurut Mustafa, mindset untuk berani berekspansi dan berpikir bussiness not as usual sangat penting bagi BUMN. "Dan saya garis bawahi tidak boleh ada BUMN yang hanya memupuk dana tunai atau kas internal tanpa memanfaatkan sumber pembiayaan eksternal seperti pinjaman bank maupun pendanaan dari pasar modal," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditempat yang sama Direktur Utama Mandiri Zulkifli Zaini mengungkapkan Bank Mandiri terus mendukung upaya sinergi sesama BUMN untuk menciptakan mata rantai industri domestik yang baik.
"Sinergi juga termasuk dalam rangka percepatan dan perluasan pembangunan nasional Indonesia," tambahnya.
Adapun MoU alias Nota Kesepahaman yang dilakukan 10 BUMN tersebut adalah :
- Penandatanganan nota kesepahaman antara Bank Mandiri dengan BUMN Karya, yaitu PT Pembangunan Perumahan, PT Waskita Karya, PT Wijaya Karya, PT Adhi Karya dalam penyaluran dana bina lingkungan.
- Penandatangan Nota Kesepahaman antara PT Energy Management Indonesia dan Pertamina serta Angkasa Pura II tentang Konversi Energy dan Implementasi Efisiensi Energi.
- Penandatangan Nota Kesepahaman antara BTN dengan Perum Jamkrindo dan Perum Perumnas.
- Kerjasama antara PT Inti dan Telkom tentang Penyediaan Layanan Informasi dan Komunikasi.
- Kesepahaman antara Perum Bulog dan PT Bhanda Ghara Reksa tentang Pemberdayaan asset Milik Perum Bulog dan Memberdayakan Jasa Logistik Bhanda Ghara Reksa.











































