PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) baru dapat mencatat laba di 2012, dengan kisaran Rp 181 miliar, setelah dalam berapa periode lalu terus merugi, kecuali pada 2009, yang untung Rp 16,617 miliar (audited).Â
Menurut data RDP bersama komisi VI DPR, seperti dikutip detikFinance, Rabu (16/3/2011), sepanjang tahun ini Merpati diperkirakan masih merugi Rp 146 miliar. Wajar saja perseroan merugi, pasalnya kinerja Merpati masih masuk dalam program restrukturisasi dan revitalisasi Perusahaan Pengelola Aset (PPA).
Sebagai gambaran, kebutuhan pendanaan Merpati mencapai Rp 618,598 miliar. Rp 600 miliar diantaranya, didapat dari suntikan dana pemerintah, melalui Kementerian BUMN. Hanya Rp 18,598 miliar yang diambil dari pos kas internal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merpati juga berencana menambah 6 armada, diantaranya 3 unit B735, 2 unit B734, dan 1 unit B733. Nilai biaya penambahan armada, jika ditambahkan modal kerja untuk MA-60, mencapai Rp 80,658 miliar.
Investasi sendiri, sebanyak Rp 118,954 miliar. Diantaranya digunakan sebagai training crew sepanjang tahun ini, Rp 30,965 miliar, investasi IT Rp 20 miliar, component, SBU MTC masing-masing Rp 17,812 miliar dan Rp 41 miliar.
(wep/ang)











































