Direktur Utama KAI Ignasius Jonan mengatakan, kenaikan tarif kereta ekonomi dilakukan bukan semata-mata untuk menggenjot laba perseroan.
"Ini bukan karena laba, tapi peningkatan mutu layanan," jelas Ignasius dalam rapat bersama Deputi bidang Infrastruktur & Logistik Kementerian BUMN dengan Komisi VI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/3/2011)..
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, KAI tak bisa menaikkan tarif kereta kelas ekonomi begitu saja. Kenaikan tarif ini menjadi kewenangan Menteri Perhubungan. Karena itu dia tak bisa menargetkan kapan kenaikan tarif kereta ekonomi ini bisa berlaku.
"Saya tidak tahu. Itu kebijakan Kementerian Perhubungan. Namun untuk kelas eksekutif, kami siap naikkan tarifnya. Iya 1 April nanti," tambahnya.
Selain itu, KAI juga tetap mengusulkan ke pemerintah penetapan tarif tunggal kereta api dengan sistem electronic (e-ticketing). Indonesia, hanya satu-satunya negara yang masih menerapkan tiket bertingkat.
"Kami usul kepada pemerintah, single ticketing untuk kereta komuter. Di berbagai negara sudah melakukan hal itu," jelasnya.
"Tarif kereta ekonomi naik atau tidak, e-ticketing harus tetap jalan," tegas Ignatius.
(wep/dnl)











































