Pertamina Desak Pemerintah Naikkan Fee BBM 2 Kali Lipat

Pertamina Desak Pemerintah Naikkan Fee BBM 2 Kali Lipat

- detikFinance
Senin, 31 Mei 2004 16:31 WIB
Jakarta - Pertamina meminta pemerintah untuk menaikkan fee untuk pengolahan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) sebanyak dua kali lipat dari jumlah saat ini. Alasannya, fee yang diterima Pertamina saat ini dinilai terlalu rendah."Kita berharap ini bisa segera diputuskan sebelum 9 Juni 2004. Sekarang masih dibahas oleh Pertamina, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral serta Departemen Keuangan," kata Direktur Utama Pertamina, Ariffi Nawawi, dalam konferensi pers di kantornya, Senin (31/5/2004).Selain itu, Pertamina juga mendesak pemerintah untuk meningkatkan marketing fee dalam penjualan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) ke taraf yang wajar. Jika pemerintah mengabulkan permintaan Pertamina itu diharapkan keuangan Pertamina bisa aman hingga akhir tahun.Sebagaimana diketahui, kondisi keuangan Pertamina kini dalam keadaan kritis menyusul membengkaknya biaya pengadaan BBM yang harus ditanggung Pertamina dari Rp 14,5 triliun menjadi Rp 40 triliun. Hal itu dipicu oleh melonjaknya harga minyak menjadi US$ 42 per barel, dibandingkan target APBN 2004 sebesar US$ 22 per barel.BBM Non-subsidi NaikPada kesempatan tersebut, Direktur Hilir Pertamina Harry Purnomo mengatakan, Pertamina akan menaikkan tarif BBM non-subsidi karena tingginya harga minyak dunia saat ini. Kenaikan tersebut akan diterapkan pada avtur dan bahan bakar khusus (BBK).Sedangkan untuk BBM yang disubsidi tidak akan mengalami kenaikan. "Jadi BBM yang tidak disubsidi akan mengalami kenaikan. Sementara yang lain masih menunggu SK Menteri," katanya.Pada kesempatan terpisah, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menegaskan, hingga akhir tahun ini BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan. Kebijakan itu dilakukan pemerintah meskipun harga minyak merambat naik. "Tahun ini tidak ada keinginan pemerintah untuk menaikkan harga BBM meski harga minyak naik," tandasnya. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads