Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, otonomi daerah dan desentralisasi fiskal, serta karakteristik tiap daerah yang berbeda membuat sumber tekanan inflasi juga berbeda.
"Terkadang ekspektasi tinggi, seperti calon kepala daerah berjanji UMR (upah minimum regional) naik dua kali lipat. Harga segera menyesuaikan, padahal belum ada apa-apa. Hematlah kata-kata yang bisa mendorong inflasi," ujar Hatta usai Pembukaan Rakornas II TPID tahun 2011 di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (16/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Khusus volume, jaga kecukupan pangan. Hindarkan pungutan tidak perlu yang bisa menaikkan harga. Penyaluran raskin harus tepat waktu, karena sampai April ada 4 kali penyaluran. Jika ada gejolak harga, jangan malu meminta operasi pasar," tandasnya.
Selain itu, di tempat yang sama Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan, pemerintah dan BI menyiapkan penghargaan untuk daerah-daearh yang bisa menahan inflasi di bawah rata-rata nasional.
Darmin menyebutkan sepanjang 2 tahun terakhir terdapat daerah yang inflasinya di bawah rata-rata inflasi nasional seperti di Sumatera, yaitu Pekanbaru, Lhoksumawe, dan Batam.
"Nah, Batam ini yang inflasinya rendah tapi harganya tinggi karena harga barangnya sudah tinggi sejak dahulu kala," ujarnya.
Sedangkan di Jawa, daerah yang inflasinya rendah adalah Bandung, Depok, Bekasi, Surabaya, Sumenep, Yogyakarta, dan Purwokerto. Untuk Indonesia bagian Timur, hanya Jayapura yang mengalami inflasi rendah.
"Jakarta termasuk yang inflasi di bawah rata-rata, kalau Sampit, Denpasar, itu inflasinya pas dengan inflasi nasional," ujarnya.
Saat ini, lanjut Darmin, pihaknya dan pemerintah sedang merancang pemberian penghargaan (reward) kepada daerah yang mampu menekan inflasi di daerahnya di bawah rata-rata inflasi nasional. Namun, Darmin mengaku masih merahasiakannya sebagai bentuk kejutan bagi daerah-daerah tersebut.
"Akan dirancang, kita buat kejutan dong, jangan sekarang," candanya.
Sementara, Menko Perekonomian Hatta Rajasa meminta agar penyebab daerah-daerah yang mencatatkan inflasi di atas rata-rata nasional diungkap.
Hatta menyatakan, selama 2011-2014 inflasi nasional yang tercatat berada pada kisaran 5% plus minus 1%. Namun, masih banyak daerah yang mencatat inflasi di atas rata-rata nasional. Â
"Masih banyak daerah yang mencatat inflasi di atas rata-rata nasional, tapi ada yang inflasi menurun. Daerah yang perlu mendapatkan catatan perlu dibongkar," ujar Hatta pada kesempatan yang sama.
Adapun beberapa daerah yang mencatat inflasi di atas rata-rata nasional adalah Padang, Dumai, Lampung, Cilegon, Tasik, Jember, Probo, Kupang, Maumere, Pontianak, Banjarmasin, Palu, Samarinda, Kendari, Pare-pare, dan Bima.
"Daerah-daerah ini mengalami masalah produksi, distribusi, perlu dicarikan jalan keluar," tukas Hatta.
(nia/dnl)











































