Defisit APBN 2004 Diperkirakan Tambah Rp 1,6-Rp 1,9 T
Senin, 31 Mei 2004 22:20 WIB
Jakarta -
Akibat kenaikan harga minyak mentah dunia, pemerintah memperkirakan akan terjadi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2004 sekitar Rp 1,6 triliun hingga Rp 1,9 triliun dari asumsi awal sebesar Rp 24,4 triliun.Demikian disampaikan Menkeu Budiono kepada wartawan> usai mengikuti rapat kabinet terbatas di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin(31/5/2004). Rapat dipimpin Presiden Megawati dengan agenda tunggal, yakni membahas kenaikan harga minyak mentah di pasaran internasional, terkait dengan rancangan APBN yang tengah disusun pemerintah. Lebih lanjut Budiono menuturkan, jika harga bahan bakar minyak (BBM) dipatok antara 32 hingga 35 dollar per barel, maka APBN 2004 defisit bertambah Rp 1,6 triliun hingga Rp 1,9 triliun. "Ini bila menggunakan kurs rata-rata yang kita anggap wajar," katanya.Sekalipun defisit bertambah, Budiono masih tetap optimis pemerintah mampu mengatasinya dengan melakukan penghematan-penghematan. "Ini masih managable bila pos belanja tetap dikendalikan sejauh mungkin pada tingkat yang telah direncanakan, tidak ada cost operan," kata Boediono menegaskan.Sedangkan mengenai persoalan kurs, Budiono berpendapat kurs yang berlaku sekarang kembali ke tingkat semula. "Penyebabnya banyak hal termasuk situasi dan kondisi politik menghadapi pemilu. Masalah politik sangat mempengaruhi. Kita harapkan setelah melewati masa-masa ini kembali normal," kata Menkeu Budiono.
(iy/)










































