Penerbangan Jadi Kendala Wisman Rusia ke Indonesia

MITT Moskow 2011

Penerbangan Jadi Kendala Wisman Rusia ke Indonesia

- detikFinance
Kamis, 17 Mar 2011 18:01 WIB
Penerbangan Jadi Kendala Wisman Rusia ke Indonesia
Moskow - Meskipun jumlah wisman Rusia terus mengalami peningkatan, namun masih terkendala oleh penerbangan. Jika masalah ini bisa dibereskan secepatnya, maka bisa diharapkan jumlah wisatawan Rusia akan membanjiri Indonesia.

Hal itu disampaikan Direktur Promosi Luar Negeri Kembudpar Noviendi Makalam seperti disampaikan Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Moskow M. Aji Surya kepada detikfinance, Kamis (17/3/2011).

Menurut Noviendi, wisman Rusia yang bertandang ke Indonesia selama 2010 sebanyak 79,1 ribu orang atau mengalami kenaikan 15% dibanding tahun sebelumnya, dengan destinasi utama ke Bali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

β€œWisman Rusia baru berasal dari upper class dengan rata-rata pengeluaran $1500 dolar per kunjungan per orang, termasuk tertinggi di antara wisman lainnya,” ujar Noviendi di sela-sela pembukaan pameran ke-18 Moscow International Travel & Tourism (MITT), Rabu (16/3/2011).

Disebutkan, potensi wisman Rusia ke Indonesia masih sangat besar, sebab wisman Rusia yang terserap umumnya baru orang-orang kaya.

Sebagai perbandingan, wisman Rusia ke Mesir per tahun pada kisaran 2 juta orang, ke Thailand 600 ribu orang dan ke Korea 150 ribu orang.

Salah satu masalah yang masih mengganjal wisman Rusia ke Indonesia adalah tertundanya pelaksanaan scheduled direct flight (penerbangan langsung yang terjadwal, red), baik dari maskapai penerbangan Indonesia maupun Rusia.

Sejak satu setengah tahun lalu wacana penerbangan langsung sebenarnya sudah mengemuka dan Air Service Agreement/ASA atau Perjanjian Layanan Udaranya kemungkinan besar baru akan ditandatangani akhir bulan ini.

Meskipun begitu, menurut Noviendi yang paling penting adalah implementasi dari Air Service Agreement tersebut dalam bentuk penerbangan langsung.

Diperkirakan, apabila hal tersebut terealisir maka kunjungan wisman Rusia akan mudah melonjak di atas 100 ribu orang. β€œTanpa penerbangan langsung dan reguler, maka kita hanya mematok peningkatan 15 persen pada tahun depan,” ujar Noviendi.

Sejauh ini, wisman Rusia terangkut ke Indonesia dengan charter flight ataupun penerbangan reguler melalui Singapura, Doha, Dubai dan Abu Dhabi.

β€œLogikanya sederhana. Manakala ada penerbangan langsung, maka biaya kunjungan akan terpangkas signifikan. Ujung-ujungnya akan banyak wisman Rusia yang mampu melancong ke Indonesia,” demikian Noviendi.

Sementara itu Kuasa Usaha Ad-Interim KBRI Moskow Dian Wirengjurit menandaskan bahwa masalah penerbangan langsung harus direalisasikan, jika Indonesia menginginkan lebih banyak wisman Rusia berdatangan.

β€œDengan ditandatanganinya Air Service Agreement kedua negara dalam waktu dekat diharapkan pihak maskapai penerbangan tergerak untuk melakukan penerbangan langsung secara terjadwal,” ujarnya.

MITT merupakan pameran industri pariwisata tahunan terbesar di Rusia dan ketiga di dunia yang mendatangkan 120 ribu konsumen selama 4 hari pameran.

Dalam pameran MITT yang ke-18 ini sebanyak 10 industri pariwisata Indonesia hadir untuk menjual berbagai destinasi wisata di Indonesia.
(es/es)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads