BPS: Inflasi 2004 Lebihi 6,5%
Selasa, 01 Jun 2004 14:40 WIB
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Mei sebesar 0,88 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender tercatat 2,80 persen dan inflasi year on year sebesar 6,47 persen. BPS pun memperkirakan target inflasi di APBN 2004 yang sebesar 6,5 persen akan terlampaui.Hal itu disampaikan oleh Kepala BPS Soedarti Surbakti dan Deputi Bidang Statistik Ekonomi BPS Slamet Mukeno di kantornya, Jakarta, Selasa (1/6/2004).Dari 45 kota IHK tercatat 42 kota pada Mei alami inflasi dan 3 kota alami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Ambon 3,54 persen dan terendah di Pangkal Pinang 0,15 persen. Sedangkan deflasi terbesar di Ternate sebesar 2,44 persen dan terkecil di Banda Aceh 0,08 persen.Menurut Sudarti dengan melemahnya rupiah serta melonjaknya harga minyak mentah dunia belum terlalu memberikan pengaruh yang signifikan pada inflasi bulan Mei. Dampaknya baru akan terlihat pada bulan mendatang, dimana yang terekam pada peningkat inflasi Mei baru kenaikan tarif telepon yang memberikan kontribusi cukup besar pada peningkatan kelompok traspor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 3,88 persen.Namun diakui Sudarti saat in produsen obat generik sudah mulai berencana menaikan harga disamping industri lain diperkirakan juga akan melakukan hal sama dengan asumsi pelemahan rupiah dan kenaikan harga minyak dunia berlanjut. Industri lain saat ini juga sedang tahap penyesuaian. Mereka diperkirakan akan lakukan kalkulasi ulang karena kedua kalo itu berdampak pada produksi.Sementara kelompok barang dan jasa lain yang mengalami kenaikan adalah: kelompok bahan makanan sebesar 0,55 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,21 persen; kelompok perumahan, air ,listrik, gas dan bahan bakar 0,62 persen; kelompok sandang 0,02 persen; kelompok kesehatan 0,43 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,11 persen.Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah tarif telepon, kontrak rumah, sewa rumah, tarif air minum, tarif rumah sakit dan lain-lain. Sedangkan harga mas perhiasan jutru alami penurunan.Mengenai target inflasi dalam APBN yang sebesar 6,5 persen, Sudarti mengatakan dengan milihat pola inflasi sejak Januari-Mei diperkirakan tahun ini inflasi akan alami peningkatan sehingga akan melampaui target yang ditetapkan. Hal ini didasarkan pada pergerakan inflasi tahun ini yang polanya sama dengan tahun 2001, dimana inflasi terus alami peningkatan di akhir tahun dibanding awal tahun. Namun pola ini berbeda dengan tahun 2002 yag trend-nya justru alami penurunan."Sekarang kelihatannya mengikuti pola 2001-2002 yakni meningkat terus," katanya.
(san/)











































