April 2004
Ekspor Capai US$ 5,21 Miliar
Selasa, 01 Jun 2004 15:27 WIB
Jakarta - Nilai ekspor Indonesia pada April 2004 kembali menembus angka di atas US$ 5 miliar atau tepatnya US$ 5,21 miliar (naik 2,68 persen). Secara kumulatif ekspor Januari-April 2004 tercatat US$ 20,21 miliar atau naik tipis 0,07 persen dibanding periode sama tahun 2003.Ekspor nonmigas pada April 2004 seperti diungkapkan Kepala BPS Soedarti Surbakti dikantornya, Jakarta, Selasa (1/6/2004) mencapai US$ 4,02 miliar atau naik 3,94 persen dibanding bulan sebelumnya. Sementara secara kumulatif ekspor nonmigas Januari-April 2004 mencapai US$ 15,50 miliar atau naik 1,16 persen dibanding periode sama tahun 2003.Peningkatan terbesar ekspor nonmigas pada April 2004 terjadi pada mesin/pesawat mekanik sebesar US$ 166,2 juta sedangkan penurunan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$ 158,6 juta. Ekspor nonmigas ke Jepang, kata Soedarti mencapai angka terbesar yakni US$ 693,2 juta disusul AS sebesar US$ 589,6 juta dan Singapura US$ 436,1 juta dengan kontribusi ketiganya mencapai 42,72 persen.Sementera menurut sektor, ekspor hasil industri dan hasil pertambangan pada empat bulan pertama tahun 2004 meningkat masing-masing 1,24 persen dan 6,84 persen. Sebaliknya hasil pertanian mengalami penurunan 9,71 persen.Menyangkut impor April 2004, Soedarti mengungkapkan angkanya mencapai US$ 3,16 miliar naik 0,81 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar US$ 3,13 miliar. Sedangkan sepanjang Januari-April 2004 nilai impor tercatat US$ 12,12 miliar atau naik 10,20 persen dibanding periode sama tahun 2003 yang sebesar US$ 11 miliar.Impor nonmigas untuk bulan April mencapai US$ 2,29 miliar naik 5,08 persen dibandingkan Maret 2004. Sedangkan kumulatif Januari-April tercatat US$ 8,81 miliar naik 3,05 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.Impor nonmigas terbesar untuk kurun empat bulan pertama 2004 terjadi pada mesin dan pesawat mekanik dengan nilai US$ 1,47 miliar atau 16,67 persen dari total impor nonmigas. Sedangkan pemasok barang impor terbesar diduduki Jepang dengan nilai US$ 1,43 miliar dengan pangsa 16,22 persen diikuti AS sebesar 10,17 persen dan Cina sebesar 8,7 persen.
(san/)











































