Hal ini disampaikan oleh Direktur Bulog Soetarto Alimoeso dalam seminar ketahanan pangan yang diadakan Majalan Trust di Gedung MNC, Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (18/3/2011).
Bulog tidak seperti zaman Orba, jadi jangan anggap Bulog seperti zaman Orba. Bulog ini sudah dibatasi. Bahkan kalau bicara Inpres, Bulog itu tidak disebut. Sekarang Bulog itu jadi tujuan terakhir. Petani tidak akan mencari Bulog, mereka mencari pedagang kalau harga tinggi. Kalau harga jatuh baru mencari Bulog," tutur Sortarto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memang, sekarang peran Bulog sebagai lembaga yang diberi tugas oleh pemerintah sebagai penyanggah stok sudah sangat terbatas. Bulog sekarang hanya diberi kewenangan untuk menangani beras dan itupun dengan menggunakan dana komesial.
Beda dengan Bulog pada zaman Orde Baru yang oleh pemerintah diberikan kewenangan yang lebih besar dan didukung dana APBN yang memadai.
Akibat peran yang terbatas, memang sulit bagi Bulog untuk mengontrol harga beras terutama lewat operasi pasar. Sebab dana yang diberikan porsinya tak besar.
(dnl/dnl)











































