Harga Minyak Tinggi, Defisit APBN Masih Terkendali

Harga Minyak Tinggi, Defisit APBN Masih Terkendali

- detikFinance
Sabtu, 19 Mar 2011 16:14 WIB
Jakarta - Pemerintah memperkirakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011 masih aman dengan harga ICP hingga US$ 100 per barel. Dengan tren harga minyak yang tinggi dan rupiah yang cenderung menguat memberikan defisit sebesar 1,86 persen.

"Kita punya APBN saat ini 1,78 persen tapi kalau ada pergerakan-pergerakan, kalau realisasikan itu masih 1,86 persen," ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo dalam seminar dengan wartawan, di Putri Duyung Cottege, Jakarta, Sabtu (19/3/2011).

Agus Marto mengakui harga ICP akan melebihi target dalam APBN 2011 sebesar USD 80 per barel. "Harga rata-rata akan ada di atas 80 dolar, di atas APBN," ujarnya

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, Agus Marto menegaskan APBN masih dalam level aman dengan harga ICP hingga USD 100 per barel dan rupiah menguat pada level Rp 8.800 dengan volume kuota BBM masih terjaga di 38,6 juta kiloliter.

"Kalau ICP 100 pun, ekonomi kita masih terjaga. Tapi kalau rupiah melemah (enggak), tapi kalau Rp 8.800, ICP 100 masih kuat. dengan begitu defisit tidak lebih dari 2 persen," tegasnya.

Harga minyak per 14 Maret 2011 adalah WTI USD 101,19 barel, Brent USD 113,67, ICP USD 113,03 per barel. Rata-rata harga ICP April 2010-Maret 2011 sebesar USD 86,35 per barel.

(nia/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads