Demikian diungkapkan VP Corporate Communications PT Garuda Indonesia, Pujobroto ketika dihubungi detikFinance Minggu (20/3/2011).
"Sejauh ini, setiap hari terus ada pembukuan penerbangan baru dari Denpasar dan dari Tokyo," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pujobroto menambahkan, tidak berpengaruhnya penerbangan ke Jepang disebabkan masih terbangnya penumpang-penumpang untuk urusan bisnis.
"Penumpang untuk melakukan bisnis tetap melakukan perjalanan," ungkapnya.
Di samping itu, ada sejumlah penurunan terhadap penumpang yang bertujuan wisata ke Jepang sebesar 5%. Namun, hal tersebut tidak terlalu berpengaruh karena sampai saat ini para pelancong tetap banyak yang pergi ke Jepang.
"Beberapa penumpang sempat tidak jadi berangkat, tapi setiap hari tetap ada pembukuan baru," tambahnya.
(dru/dru)










































