Anggota DPR Curigai Praktik Kartel Daging Sapi

Anggota DPR Curigai Praktik Kartel Daging Sapi

- detikFinance
Senin, 21 Mar 2011 20:25 WIB
Anggota DPR Curigai Praktik Kartel Daging Sapi
Jakarta - Praktik kartel daging sapi dicurigai dilakukan di pasar dalam negeri. Karena harga sapi daging potong di pasar sangat tinggi ketimbang harga sapi hidup dari peternak.

Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi IV Viva Yoga Mauladi dalam rapat bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian Pertanian di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Senin (21/3/2011).

"Kita sudah melakukan sidak di beberapa pasar. Harga sapi hidup per kilo Rp 20.000. Kalau sudah masuk pasar, sekilo bisa Rp 55.000. Kan tinggi sekali disparitas harganya. Ini pasti ada mafia daging yang melakukan kartel harga. Menguasai perdagangan dan mengontrol harga," tutur Yoga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan, pemerintah harusnya bisa cepat melakukan stabilisasi harga daging di pasar karena itu menjadi tanggung jawabnya.

"Sidak pasar dilakukan di Bogor, Banten, Medan, Semarang, dan kota besar. Dan yang lebih lucu, sapi betina ikut dipotong. Karena kebutuhan lokal, keluarga, maka dipotong. Padahal kan tak boleh sapi produktif dipotong," kata Yoga.

Seharusnya sapi betina yang produktif dilarang untuk dipotong, namun para 'mafia' ini kata Yoga, sengaja membuat sapi-sapi betina itu cacat. Sehingga ada alasan untuk memotong sapi tersebut.

"Jadi ada mafia daging, importir yang bermain, pedagang lokal hanya pelayan saja. Karena pedagang lokal untungnya hanya Rp 2.000-3000 per kilo. Kalau tak ada kontrol harga maka akan terjadi terus seperti ini," tukas Yoga.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads