Mendag Tak Terima RI Dibilang Doyan Impor

Mendag Tak Terima RI Dibilang Doyan Impor

- detikFinance
Selasa, 22 Mar 2011 14:33 WIB
Mendag Tak Terima RI Dibilang Doyan Impor
Jakarta - Pemerintah tak terima Indonesia dikatakan sebagai negara yang ketagihan impor pangan. Bahkan dengan sangat pede, pemerintah mengatakan Indonesia hampir swasembada beras saat ini.

Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu ketika ditemui di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (22/3/2011).

"Kalau beras kita hampir swasembada. Tergantung jenis pangan (yang diimpor) itu apa, dan tentunya kita semua punya komitmen kalau kita bicara bahan pangan pokok itu ada program peningkatan produksi dari dalam negeri," tutur Mari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mari mengatakan, untuk beras, jagung, gula, dan daging pemerintah sudah berkomitmen untuk meningkatkan produksi dalam negeri. "Kalau untuk pangan olahan, menurut saya sih sebagian besar dari dalam negeri, kecuali yang kita tidak punya seperti gandum," ujar Mari.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur sebelumnya mengatakan, impor produk-produk pangan Indonesia setiap tahun makin tak terbendung dan sudah pada tahap kronis. Hampir 65% dari semua kebutuhan pangan didalam negeri kini dipenuhi dari impor.

Soal bawang dan ikan impor yang masuk ke dalam negeri, Mari mengatakan impor dilakukan di saat-saat tertentu saja.  

"Kalau bawang sama ikan kan tentunya bagaimana kita meningatkan produksi dalam negeri, dan itu juga musiman kok. Bawang kan ada saat-saatnya tidak panen di dalam negeri, itu saat kita mengimpor dari luar," jelas Mari.

Kasus impor ikan ilegal yang masuk ke wilayah Indonesia semakin marak  terjadi. Kasus terbaru misalnya di Belawan ditahan sebanyak 72 kontainer (1.944 ton) ikan, 81 kontainer (2.176 ton) ikan di  Tanjung  Priok Jakarta dan 37 kontainer (1.006 ton) ikan di Tanjung Perak  Surabaya. Sementara itu di Bandara Soekarno Hatta sebanyak 7.687 ton.

Ikan impor yang masuk umumnya adalah jenis mackarel dan selar. Impor ikan ilegal yang ditahan sebagian besar berasal dari China, yaitu sebanyak 126 kontainer.

Impor ikan tidak boleh sembarangan masuk ke  dalam negeri. Pemerintah hanya mengizinkan impor ikan yang masuk hanya ikan-ikan khusus seperti Salmon, Kamachi, Kampachi yang dimakan orang asing sebagai bahan baku sektor restoran.

(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads