"Menurut saya ada indikasi (permainan), karena setelah saya teliti 13 perusahaan importir ini dimiliki 3-4 orang. Saya curiga ada mafia, di mobil saya ada nama PT-PT nya," kata Fadel di Istana Negara, Jakarta, Selasa (22/3/2011).
Menurutnya pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan tak segan-segan mengambil tindakan terhadap 13 perusahaa importir tersebut. Bahkan ia akan mengambil tindakan mem-blacklist perusahaan-perusahaan nakal tersebut. "Saya minta mereka di-blacklist," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada dari pihak Kadin (Kamar Dagang dan Industri) yang menelpon saya terkait impor ikan ilegal itu, saya bilang tidak ada toleransi, kompromi," katanya.
Permainan para importir ini juga disampaikan oleh Mantan Menko Perekonomian Ginandjar Kartasasmita. Menurutnya para pejabat pemerintah harus sadar terhadap potensi lobi-lobi para importir yang cenderung mengajak kompromi.
"Saya dengar dari Pak Fadel (Menteri Kelautan dan Perikanan) ada usaha untuk memberi sesuatu didalam amplop kepadanya, yang serta merta ditolaknya. Pak Fadel juga mendapat banyak telpon dan SMS, termasuk dari pejabat dan politisi, diantaranya anggota DPR, yang minta agar beliau meninjau kembali keputusannya," ucap Ginandjar.
(hen/dnl)











































