Perusahaan ritel grosir asal Jerman ini terkesan dengan prospek pengambilan langkah strategis yang signifikan di Indonesia yang mempunyai pertumbuhan cepat dan sekaligus mengonsolidasikan posisinya sebagai perusahaan internasional paling terkemuka di industri ini.
"Asia secara jelas merepresentasikan sebuah pertumbuhan yang dinamis dan sangat potensial bagi para pelaku bisnis global. Itulah sebabnya METRO Cash & Carry saat ini secara cepat fokus kepada perluasan di seluruh wilayah ini," kata Dr. Eckhard Cordes, CEO METRO GROUP dalam siaran persnya, Selasa (22/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya, METRO Cash & Carry akan memperkenalkan konsep bisnis grosir business to business (B2B) yang unik di pasar Indonesia dan akan melayani pelanggan profesional lokal seperti hotel, restoran, katering, kafe, toko makanan kecil dan badan usaha lainnya. Selama 15 tahun terakhir, METRO Cash & Carry membangun 80 jaringan di lima negara Asia, yaitu Cina, India, Jepang, Vietnam dan Pakistan.
Metro Group adalah salah satu perusahaan ritel terbesar dan berskala internasional. Pada 2010, grup ini meraih penjualan sekitar 67 miliar euro. Perusahaan ini memiliki 290.000 karyawan tetap dan mengoperasikan lebih dari 2.100 toko di 33 negara.
(qom/qom)










































