"Ini merupakan salah satu program CSR kami. Kami sengaja menggandeng UGM agar program-program bisa termonitor dan berjalan dengan baik," kata Direktur Utama Hutama Karya, Subagyono seusai acara peluncuran progran Desa Binaan di Desa Potorono, Banguntapan, Bantul, Selasa (22/3/2011).
Menurut Subagyono, pihaknya mengajak Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UGM untuk ikut merancang master plan pengembangan wilayah. Sedangkan Hutama Karya akan memberikan pendampingan dan bimbingan kepada masyarakat dalam menjalankan usaha dan menyediakan pinjaman kredit lunak sebagai salah satu program kemitraan serta bina lingkungan (PKBL) perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan, dipilihnya Desa Potorono sebagai desa binaan karena desa tersebut bisa berkembang dengan baik dari sisi potensi sumberdaya manusia maupun wilayah. Potensi selain pertanian, perikanan dan peternakan di desa Potorono seperti kerajinan tangan daur ulang sampah plastik juga berkembang dengan baik.
"Potensi ini yang ingin kami kembangkan ke depan sehingga bisa ditiru atau menjadi model percontohan dan mampu menginspirasi banyak pihak untuk bisa diterapkan di berbagai daerah Indonesia," katanya.
Pihaknya juga menyerahkan sekitar 1.000 bibit pohon untuk ditanam di sekitar pekarangan rumah milik warga dan sekitar desa seperti bibit pohon cempedak, mangga, belimbing, nangka, sengon, akasia.
"Ribuan bibit tanaman produktif itu kita sebar ke seluruh Indonesia selain ke wilayah Banguntapan Bantul. Kita berharap di masa depan tanaman itu bisa menghasilkan," pungkas Subagyono.
(bgk/ang)











































