"Efek langsungnya terhadap laut Indonesia dipastikan akan sangat minimal, bahkan apabila reaktor nuklir di Fukushima berada pada situasi terburuk sekalipun," ujar Fadel ketika ditemui di Kantornya, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Rabu (23/3/2011).
Menurut Fadel, seandainya perairan laut di sekitar Fukushima tercemar oleh senyawa radioaktif, jauhnya jarak antara Jepang dan Indonesia akan menyebabkan mengecilnya efek senyawa tersebut dikarenakan terjadinya pengenceran terus menerus sepanjang perjalanan ribuan mil laut dari Jepang ke Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kekhawatiran akan terjadinya migrasi ikan dari Jepang yang telah terkontaminasi radiasi nuklir juga dipastikan sangat kecil. Hal ini dikarenakan ikan yang hidup di perairan Pasifik bagian utara berbeda dengan ikan di perairan Pasifik sebelah selatan termasuk di sekitar khatulistiwa," ungkap Fadel.
Meskipun sampai saat ini belum ditemukan adanya bukti bahwa ikan asal Jepang terkontaminasi radioaktif, namun untuk meyakinkan masyarakat Fadel mengatakan Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menghentikan masuknya komoditas kelautan dan perikanan khususnya ikan asal Jepang ke Indonesia.
"Selain menghentikan impor untuk sementara, KKP juga akan bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional untuk menguji kandungan radioaktif terhadap sampel ikan hasil tangkapan di perairan pasifik," tandasnya.
(dru/dnl)











































