Demikian disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (23/3/2011).
"Saya sangat malu, dalam dua hari ini saya akhirnya menemukan 200 kontainer itu berisi ikan impor. Kurang lebih ada 5.000 ton itu," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ikan-ikan impor ini harganya juga jauh lebih murah. Bayangkan harganya hanya Rp 4.000-5.000 per kg, sedangkan ikan dari nelayan lokal bisa dijual Rp 14.000-15.000 per kg.
Sebelumnya, Fadel juga mengakui bingung dengan Badan Karantina dan Bea Cukai di pelabuhan sehingga ikan impor ini bisa tembus begitu saja.
Fadel menuturkan praktik importasi ikan ini sudah berlangsung lama. Menurutnya tingkah laku pengimpor ikan ini benar-benar merusak para nelayan lokal. Para importir ini, lanjut Fadel, hanya bermodal sepotong surat ekspor-impor mampu memasukan barang semaunya importir tersebut.
Fadel mencurigai adanya permainan para mafia terkait maraknya impor ikan akhir-akhir ini. Para mafia itu beroperasi di Jakarta, Medan, dan Surabaya, yang melibatkan pengusaha lokal yang bekerjasama dengan pengusaha asing dari China.
(dnl/qom)










































