Besok Sidang di Beirut
OPEC Akan Naikkan Produksi
Rabu, 02 Jun 2004 17:14 WIB
Den Haag - Organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC), kemungkinan akan menaikkan produksi minyaknya demi menurunkan harga. Demikian sinyal menjelang sidang di Beirut besok.Sinyal utama datang dari Presiden/Sekjen OPEC yang juga Menteri ESDM RI Purnomo Yusgiantoro. "OPEC harus meningkatkan produksi minyaknya untuk mengakhiri harga minyak yang meroket," kata Purnomo. Pernyataan Purnomo tersebut dilansir kantor berita Belanda ANP, Selasa (1/6/2004), menjelang digelarnya Konferensi Luarbiasa OPEC ke-131 di Beirut, Lebanon, besok (3/6/2004).Purnomo tidak secara spesifik menyebutkan berapa penambahan produksi minyak OPEC dimaksud. Menteri kelahiran Semarang itu dengan diplomatis hanya menunjuk indikasi. "Peningkatan itu harus cukup untuk menurunkan harga," katanya.Harga minyak mentah di pasar New York pekan ini tembus 42 dolar AS per barel. Selama dua dasawarsa terakhir belum pernah harga minyak mencapai angka setinggi itu.Selain Purnomo, Menteri Energi Kuwait Syeikh Ahmad Fahad Al-Ahmad Al-Sabah juga mengungkapkan pendirian yang sejalan. Bahkan Al-Sabah menyebut bersedia menggenjot produksi hingga OPEC bisa menghasilkan minyak sebanyak 26 juta barel per hari (bph). Produksi OPEC yang disepakati saat ini adalah 23,5 juta bph.Sedangkan Menteri Energi dan Industri Qatar, Abdullah bin Hamad Al Attiyah, mengungkapkan bahwa negara-negara anggota OPEC sudah mendekati sepakat untuk meningkatkan produksi minyaknya. "OPEC akan berbuat maksimal agar harga minyak bisa kembali di bawah kontrol," demikian Al Attiyah.Kesediaan OPEC untuk menaikkan produksi sebelumnya sempat merebak di sela-sela pertemuan informal antarmenteri OPEC di Amsterdam, sehari sebelum menghadiri International Energy Forum (23/5/2004) di ibukota Belanda tersebut. Namun Presiden/Sekjen OPEC Purnomo Yusgiantoro ketika itu buru-buru meluruskan informasi yang dikutip dari beberapa menteri negara anggota OPEC itu. "OPEC sangat prihatin dengan tingginya harga minyak, tapi belum mengambil keputusan apapun soal penambahan produksi. Keputusan resmi OPEC baru akan diambil dalam Konferensi Luarbiasa OPEC di Beirut, pada 3 Juni mendatang," kata Purnomo.
(es/)











































