OPEC Siap Naikkan Produksi 12%

Jelang Sidang di Beirut

OPEC Siap Naikkan Produksi 12%

- detikFinance
Kamis, 03 Jun 2004 13:31 WIB
Den Haag - OPEC siap menaikkan produksi minyaknya sampai 12 persen dari kapasitas sekarang. Demikian Presiden/Sekjen OPEC Purnomo Yusgiantoro mengatakan.Menurut Purnomo, produksi OPEC saat ini 88 persen dari total kapasitas. Dengan ancang-ancang menaikkan produksi 12 persen berarti OPEC akan menggenjot produksinya sampai kapasitas maksimal. "Sebelum menetapkan, kami akan melihat dulu siapa (negara anggota) yang kapasitasnya terbesar untuk penambahan produksi, sekiranya OPEC memang memandang perlu untuk memproduksi sampai seratus persen kapasitasnya," kata Purnomo, seperti dikutip koran Belgia Gazet van Antwerpen, Rabu (2/6/2004). Purnomo yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia itu menambahkan bahwa sikap OPEC tersebut sebagai wujud kepedulian terhadap harga minyak dunia yang terus meroket. "Kami ingin membantu menemukan solusi atas kenaikan harga minyak yang saat ini mencapai level tertinggi," ujar pria energik kelahiran Semarang itu.Hari ini, Kamis (3/6/2004), OPEC sesuai agenda akan menggelar sidang Konferensi Luarbiasa OPEC ke-131 di Beirut, Lebanon, untuk menetapkan sikap resmi organisasi negara-negara pengekspor minyak itu soal isu minyak.Sementara itu Uni Emirat Arab (UEA) melalui Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral Obaid bin Saif Al-Nasseri mengungkapkan bahwa negerinya bulan Juni ini juga siap menambah produksi minyaknya sebanyak 400.000 barel per hari (bph). "UEA Juni ini akan menambah produksi 400.000 bph untuk memenuhi permintaan klien, supaya harga minyak di pasar internasional dapat terkendali dan ekonomi dunia stabil," demikian Al-Nasseri.Sedangkan Arab Saudi melalui Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral , Ali I. Naimi, mengatakan bahwa pihaknya sebagaimana sikap OPEC bertekad untuk menekan kembali harga minyak hingga kisaran 22 sampai 28 dolar AS. Produsen minyak terbesar di dunia itu sebelumnya Mei lalu telah menyatakan akan menambah produksi minyaknya sampai 9 juta bph demi menstabilkan harga minyak. Harga minyak di pasar New York awal pekan ini menembus level 42 dolar AS per barel, tertinggi dalam periode gonjang-ganjing harga minyak tahun ini. Lonjakan itu sebagai reaksi pasar atas serangan di kota minyak Al-Khobar, Arab Saudi akhir pekan sebelumnya. (es/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads