Saling Klaim, Terjadi 'Perang' Daging Impor dan Lokal

Saling Klaim, Terjadi 'Perang' Daging Impor dan Lokal

- detikFinance
Kamis, 24 Mar 2011 18:18 WIB
Yogyakarta - Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendesak pemerintah untuk menuntaskan peredaran daging sapi ilegal.
Masuknya ratusan ton daging sapi impor ilegal mengakibatkan harga daging lokal anjlok.

"Ada sekitar 300-an kontainer daging sapi beku dari luar negeri yang masuk Indonesia secara ilegal," kata Ketua ISPI DIY Ali Agus kepada wartawan di  Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (24/3/2011).

Secara perhitungan kasar, lanjut Agus, setiap kontainer mampu memuat 40 ton daging. Sedangkan satu ekor sapi apabila dipotong akan menghasilkan sekitar 150
kg.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Satu kontainer itu setara dengan 266 ekor sapi hidup. Jika dijumlah secara keseluruhan dari 300-an kontainer daging sapi itu setara dengan 80.000 ekor
sapi atau senilai Rp 640 miliar," katanya.

Agus mengatakan masalah ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Pihaknya mendesak pemerintah untuk mengambil sikap untuk melindungi peternak dalam
negeri.

Salah satu caranya adalah mengembalikan daging ilegal itu ke negara asal. Namun apabila tidak dikembalikan, harus dimusnahkan demi ketertiban hukum dan memenuhi rasa keadilan.

"Harus diusut tuntas pelaku penyeludupan tersebut. Kami juga mengimbau agar masyarakat berhati-hati terhadap beredarnya daging sapi ilegal di pasaran. Dari sisi kehalalannya juga diragukan," pungkas Agus.

Sebelumnya Direktur Eksekutif Asosiasi Pengimpor Daging Indonesia (ASPIDI) Thomas Sembiring  mengatakan pengetatan kuota daging impor berdampak pada suplai daging yang mempengaruhi kenaikan harga daging impor. Pengguna daging impor seperti restoran, hotel, industri olahan daging terkena dampak kenaikan harga ini.

"Lihat saja ke pasar-pasar harga daging sudah naik, lihat harga daging di hotel juga sudah naik. Ini karena pasokan terbatas," katanya.

Ia mengatakan kenaikan harga ini bukan karena tertahannya kurang lebih 148 kontainer daging sapi di Tanjung Priok. Hal ini karena kuota impor yang hanya mencapai 25.000 ton hingga semester I-2011, sementara total sepanjang tahun hanya 50.000 ton padahal total impor daging sapi 2010 sudah 120.000 ton.

(bgs/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads