Kenaikan harga emas dan perak didorong oleh melemahnya nilai tukar dolar AS terhadap euro akibat melemahnya data industri di AS, walaupun pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan naik di kuartal akhir 2010.
"Peralihan investasi dan melemahnya nilai tukar dolar mendorong logam-logam berharga tersebut menembus rekor," ujar Analis Ian O'Sulivan seperti dikutip dari AFP, Sabtu (26/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi, selama dolar AS terus melemah, nilai emas dan perak diperkirakan bakal terus melambung.
Harga emas menembus rekor di US$ 1.447,82 per ounce pada Kamis (24/3/2011) di pasar London. Sedangkan perak melompat ke US$ 38,16 per ounce, yang merupakan level tertinggi sejak Februari 1980.
Namun di Jumat, emas turun kembali ke US$ 1.436 per ounce dan perak ke US$ 37,68 per ounce.
"Emas dan perak mengukuhkan reputasinya sebagai investasi paling aman di tengah iklim politik dunia saat ini. Di mana munculnya perang di Libya, dan sebagian negara Arab. Ditambah lagi dengan bencana di Jepang, dan krisis utang di Eropa," ujar Analis lain Carsten Fritsch.
(dnl/dnl)











































