Demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto dalam rapat dengan DPR-RI Komisi V di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Senin (28/3/2011).
"Indikasi biayanya 100 triliun tanpa kereta api, dengan jalur kereta api menjadi 150 triliun. Akan jadi terpanjang di Indonesia dan terpanjang kedua di dunia, dengan dua jalur di kiri dan kanan. Satu jalur kereta api di tengah," tutur Djoko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diperlukan dua ultra-long suspension bridges dengan bentang 2,2-2,5 km untuk menghindari dua palung yang ada. Jembatan ini juga akan melalui Pulau Sangiang," jelas Djoko.
Dengan dana yang sangat besar yakni Rp 150 triliun, pembangunan JSS memerlukan dukungan pemerintah dan dibutuhkan lagi transmisi listrik, dan pipa gas.
"Sementara itu akan dikembangkan kawasan Banten dan Lampung, butuh infrastruktur. Jembatan ini mempunyai panjang 28 km dan pembangunannya mengadopsi Jembatan Messina di Italia," tukas Djoko.
(dnl/qom)











































