Hal ini diutarakan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Darwin Zahedy Saleh di hadapan anggota komisi VII DPR RI terkait pembahasan mengenai SLA dan juga PMN (Penanaman Modal Negara) bersama dengan Direktur Utama Pertamina, PLN, dan juga PGN. Dihadiri pula oleh Wamenkeu dan jajaran BPKP, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/3/2011).
"Untuk tahun 2011 ini, total SLA adalah sebesar Rp 9,66 triliun yang terdiri dari 23 proyek SLA On Going sebesar Rp 5,08 T (23 Proyek) serta SLA dalam Pipeline sebesar Rp 4,57 triliun (7 proyek)," kata Darwin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PLN
- Total SLA Rp 9,5 triliun
- Proyek On Going Rp 5 triliun (21 Proyek)
- Pipeline Rp 4,57 triliun (7 Proyek)
- Total SLA Rp 71 miliar
- Proyek On Going Rp 71 miliar (2 Proyek)
- Total SLA Rp 30 miliar
- Proyek Pipeline Rp 30 miliar (1 Proyek)
Karen menjelaskan, rencana SLA sebesar Rp 30 triliun tersebut digunakan untuk pengembangan geothermal di wilayah Lumutbalai.
Sedangkan, Direktur Utama PGN, Hendi Priyosantoso juga menyampaikan, SLA bagi perusahaan gas yang dipimpinnya adalah sebesar Rp 71 miliar yang digunakan untuk penyelesaian proyek fisik dan pengoperasian penuh pipa transmisi SSWJ yang merupakan tender dari JICA.
"Lalu, selain itu juga akan digunakan untuk proyek distribusi gas," ungkap Hendi.
Seusai Hendi Priyosantoso menyampaikan hal tersebut, Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan juga menyapaikan SLA terhadap perusahaannya. Seperti diketahui PLN tahun ini memproyeksikan SLA dalam jumlah banyak hingga Rp 9 triliun.
"Umumnya dari pinjaman SLA tersebut, proyek yang dijalankan sudah dikonstruksi dan selesai seperti misalnya di Tanjung Priuk dan Muara Karang. ada juga yang masih tender, tapi pada intinya sudah jalan. Ada juga beberapa yang dibatalkan karena prosesnya terlalu panjang," ucap Dahlan.
(nrs/dnl)










































