Menteri Perhubungan Freddy Numberi menyatakan saat ini Pelabuhan Tanjung Priok sudah mengalami kelebihan kapasitas dari kapasitas awal sebesar 4 juta
TEUs (twenty feet equivalent units ), kini sudah mencapai 4,8 juta TEUs.
"April itu saya mengesahkan master plan-nya memang, jadwal begitu, master plan April minggu pertama saya mengesahkan, dilelang terus, baru Mei ground breaking. Itu kan Pelindo, itu kan masuk disitu, ya kan. Sementara wilayah kerjanya di darat jadi dibuka peluang lelang," katanya saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (28/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dibutuhkan sekitar Rp 10 triliun.
"Kita bangun dulu kan untuk 4 juta TEUs sekarang sudah mencapai 4,8 TEUs 2010 sudah overload," ujar Freddy.
Sebelumnya pihak PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II menyatakan menyiapkan anggaran untuk perluasan Tanjung Priok hingga tahun 2014. Ditargetkan juga volume kontainer di Tanjung Priok mencapai 8 juta TEUs di tahun tersebut.
Pengembangan Tanjung Priok sangat penting dalam menyongsong Tanjung Priok sebagai pelabuhan penghubung internasional (hub port ) di masa depan.
Langkah-langkah yang dilakukan antara lain melakukan reklamasi pantai seluas 300 hektar. Selain itu juga akan dikembangkan luas lahan parkir seluas 6 hektar.
Pada tahun 2008 arus kargo di Pelabuhan Tanjung Priok mencapai 62 juta ton dengan 4 juta TEUs kontainer dan 18.000 pelayaran kapal. Pada tahun 2014 nanti ditargetkan bisa mencapai 8 juta TEUs per tahun.
(nia/hen)











































