Kedelai Dijarah Preman, Pedagang Ngadu ke SBY

Kedelai Dijarah Preman, Pedagang Ngadu ke SBY

- detikFinance
Senin, 28 Mar 2011 16:15 WIB
Jakarta - PT Sekawanmakmur Bersama,  distributor kedelai korban penjarahan sebanyak 9.000 ton kedelai melayangkan surat tembusan ke presiden, menko  perekonomian, menko kesra, menteri perdagangan, menteri koperasi dan UKM, menteri hukum dan HAM dan komisi ombudsman.
 
"Kami telah membuat surat ke kepolisian (Mabes Polri), dan tembusan ke presiden RI, menko perekonomian, menko kesra, mendag, menteri koperasi koperasi dan UKM, Menkum HAM, dam komisi ombudsman," kata Kuasa Hukum PT Sekawanmakmur Bersama, Joey Pattinasarani dalam acara konfrensi press di Wisma Kyoei Prince Senin (28/3/2011).

Joey menambahkan, dengan adanya tembusan surat terseut dapat mejadi perhatian lebih untuk segera mendapatkan tindakan.

"Sampai saat ini belum ada tindak lanjut, kami harap dengan ini bisa menjadi perhatian," ujarnya

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PT Sekawanmakmur merupakan distributor terbesar kacang kedelai. Setiap tahunnya, PT Sekawanmakmur Bersama mendistribusikan sekitar 300 ribu ton kacang kedelai ke seluruh Indonesia. PT Sekawanmakmur Bersama memiliki tujuh gudang, empat gudang di Banten dan tiga gudang di Jawa Timur.

Meski tak menjelaskan secara rinci, ia mengatakan permasalahan ini dipicu karena ada masalah antara eksportir dan importir.

"Klien kami sudah beli, sudah bayar, seharusnya itu punya kami, kami sudah menyelesaikan dengan importir. Kami sudah pernah coba mengikuti kemana dibawanya kedelai-kedelai itu, yang jelas penjarahan ini diantar kembali masuk gudang lagi, gudangnya di daerah Cilegon juga," katanya.

Ia juga mengatakan akan ada sekitar 2.280 pengrajin tahun dan tempe terancam gulung tikar karena distributor kedelai dari PT Sekawanmakmur Bersama terganggu. Salah satu gudang di Cilegon sedang mengalami penjarahan.

"Distribusi sudah terganggu sejak tanggal 5 Maret kemarin dan puncaknya 24 Maret ada penjarahan," katanya.

Diberitakan sebelumnya sebanyak 9.000 ton kedelai hilang akibat dijarah oleh oknum preman di gudang kedelai PT Krakatau Waja Tama, Cigading-Cilegon Banten. Kedelai itu merupakan milik PT Sekawanmakmur Bersama, kerugian yang ditaksir mencapai Rp 150 miliar.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads