Revisi Harga Minyak di APBN-P Minimal US$ 28 per Barel
Jumat, 04 Jun 2004 16:35 WIB
Jakarta - Asumsi harga minyak mentah pada APBN-P diharapkan ditingkatkan minimal US$ 28 per barel. Target ini didasarkan oleh tingginya harga minyak dunia karena peningkatan permintaan yang cukup tajam hingga mencapai 2 juta barel per hari."Sampai saat ini harga minyak cukup tinggi dan relatif konstan. Jadi dianjurkan pemerintah merevisi asumsi harga minyak pada APBN-P menjadi US$ 28 per barel. Ini sudah amat konservatif tapi sudah mendekati realita," ujar pengamat perminyakan Kurtubi di Jakarta, Jumat (4/6/2004).Kurtubi memperkirakan harga minyak mentah hingga akhir tahun 2004 mencapai US$ 28-33 per barel karena cukup meningkatnya permintaan minyak dunia akibat adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi.Dikatakan Kurtubi, permintaan minyak pada tahun 2004 realisasinya sudah jauh di atas 3 tahun lalu. Misalnya rata-rata peningkatan permintaan dari tahun 2000 sampai 2002 kurang lebih 700 ribu barel per hari. Sedangkan tahun 2003 melonjak menjadi 1,5 juta barel per hari dan 2004 naik menjadi 2 juta barel per hari.Menyinggung APBN 2005 menurut Kurtubi asumsi harga minyak yang paling tepat juga berada dikisaran US$ 28. Hal itu masih dalam range harga OPEC dan didukung oleh masih tingginya permintaan minyak dunia.
(san/)











































