Kantor Menko Perekonomian 'Diduduki' Aktivis Greenpeace

Kantor Menko Perekonomian 'Diduduki' Aktivis Greenpeace

- detikFinance
Kamis, 31 Mar 2011 11:35 WIB
Kantor Menko Perekonomian Diduduki Aktivis Greenpeace
Jakarta - Aktivis Greenpeace dan Koalisasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) penyelamatan hutan mendatangi Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Mereka mendesak pemerintah agar moratorium (penghentian sementara) perusakan hutan segera dilaksanakan.

"Moratorium penebangan hutan seharusnya diimplementasikan Januari lalu, tetapi hingga tiga bulan, moratorium terus tertunda," ujar Ketua Juru Kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara Zulfahmi, di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (31/3/2011).

Berdasarkan data Kementerian Kehutanan tingkat perusakan hutan di Indonesia adalah 1,1 juta hektar pertahun. Artinya, selama tiga bulan penundaan moratorium, luas hutan yang rusak mencapai 275 ribu hektar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setara dengan tiga kali luas kota Jakarta," kata Koordinator Nasional Serikat Petani Kelapa Sawit Mansuetus Darto.

Sekitar 30 Aktivis Greenpeace dan Koalisi LSM Penyelamatan Hutan mendatangi kantor Hatta sekitar pukul 10.00 WIB dengan menggunakan 3 mobil.

Para aktivis sempat menggelar aksi sekitar 15 menit dengan mengenakan kostum hewan spesies terancam di depan gedung AA Maramis, tempat Menko Perekonomian Hatta Rajasa berkantor, sebelum akhirnya dipaksa petugas keamanan untuk memindahkan aksinya ke luar kompleks Kemenko Perekonomian.

Mereka membunyikan lonceng menandakan waktu yang berjalan setiap detik, dan pada saat itu juga banyak pohon yang tumbang dan banyak hewan yang terancam habitatnya.

Ketika diusir keluar, para pendemo enggan keluar, bahkan seorang pendemo berkostum harimau terpaksa dibopong dua orang satpam hingga keluar halaman kantor.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads