Panen Raya Diprediksi Dorong Deflasi Maret 0,15%

Panen Raya Diprediksi Dorong Deflasi Maret 0,15%

- detikFinance
Kamis, 31 Mar 2011 14:21 WIB
Panen Raya Diprediksi Dorong Deflasi Maret 0,15%
Jakarta - Danareksa Research Institute prediksi Maret ini akan terjadi deflasi sebesar 0,15% dengan adanya panen raya sehingga inflasi tahunan mencapai 6,83%.

"Kita sih prediksi deflasi 0,15% karena penurunan harga pangan biasanya Maret panen raya, deflasi biasanya kalau nggak Maret, April, biasanya turun lagi," ujar Ekonom Danareksa Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (31/3/2011).

Purbaya melihat harga pangan dunia akan cenderung menurun, hanya saja harga minyak dunia masih melonjak karena adanya krisis politik di daerah-daerah Timur Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya lihat harga pangan dunia sudah mulai turun hanya gangguan minyak itu karena Libya, masalah Timur Tengah selesai, sudah nggak menyebar di Siria atau Saudi, lain jadi nggak bermasalah. Kalau negara itu, hanya kena 1,9 juta barel per hari, jadi nggak besar. Kalau yang kena Arab itu yang repot, bisa mendekati 10 juta barel, produksinya antara 8-10 juta barel per hari," ungkapnya.

Mengenai pertumbuhan ekonomi kuartal I-2011, Purbaya menyatakan pihaknya memperkirakan Indonesia akan mencapai 6,5% dengan total hingga akhir tahun tetap sesuai target dalam APBN sebesar 6,4%.

Dia menambahkan pertumbuhan ekonomi tersebut tercapai dengan konsumsi yang meningkat meskipun harga pangan cenderung naik pada kuartal I-2011.

"Konsumsi makin tinggi walau pangan tinggi, orang yang income 1-2 juta belum terpengaruh daya beli kalau kita lihat survey kepercayaan konsumen, cukup kecil agak heran juga saya. Yang terkena itu yang income rendah. Kita lihat sejak kenaikan pangan tahun lalu mereka masih tertekan terus, sampai Februari masih tertekan, Maret mulai membaik, kalau pun ada penggerusan daya beli itupun yang income rendah. Jadi bukan berarti ekonomi akan melambat, tapi harus diperhatikan kalau yang ini melemah terus ya akan turun," jelasnya.

Untuk ekspor, tambah Purbaya akan tumbuh sekitar 13% dan belanja pemerintah tumbuh sekitar 28%.

"Jadi, momentum pertumbuhan ekonomi belum terganggu sampai sekarang, warningnya adalah inflasi harus dijaga. Pemerintah kita prediksi tumbuh 28% ini dengan asumsi karena udah insyaflah kelelahan yang terjadi tahun lalu berkurang, artinya belanja bisa lebih cepat, tahun lalu rendah sekali, triwulan 1 dan 2 tahun lalu negatif 3 dan 4 baru positif," pungkasnya.

(nia/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads