Pakai Teknologi Canggih, JICT Bisa Deteksi Pegawai Tidur

Pakai Teknologi Canggih, JICT Bisa Deteksi Pegawai Tidur

- detikFinance
Kamis, 31 Mar 2011 17:22 WIB
Pakai Teknologi Canggih, JICT Bisa Deteksi Pegawai Tidur
Jakarta - Kecanggihan teknologi yang dimiliki PT Jakarta International Container Terminal (JICT) mampu mengetahui kegiatan yang berlangsung di seluruh dermaga. Bahkan kalau ada karyawan yang tertidur di sekitar dermaga dapat dideteksi oleh menara pengawas.

Seperti disampaikan Tower Manager JICT, David Sirait ketika ditemui di kantornya, Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (31/3/2011).

"Tiap headtruck ditaruh pager yang memiliki wifi," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut David, kapasitas wifi yang terdapat di setiap headtruck adalah yang terbesar di Indonesia. Karena itu, keberadaan truk akan dapat segera diketahui oleh petugas di menara pengawas.

Pager di truck, kata David, dapat diatur waktu untuk menjalankan transaksi.

"Misalnya 4 menit tidak ada kegiatan, akan ada tanda di tower. Jadi kalau ada karyawan tidur di mana juga pasti ketahuan," tambahnya.

Untuk karyawan yang melanggar, kata David, akan dibebastugaskan untuk sementara. Selanjutnya, JICT akan melaporkan hal tersebut ke koordinator karyawan.

"Kita menggunakan jasa outsourcing, jadi tinggal lapor aja ke koordinator, nggak langsung dipecat," ujarnya.

Teknologi yang ditaruh di setiap headtruck menggunakan teknologi Internal Tractor Deployment System (ITDS). Kapasitas wifi yang dimiliki dapat mencangkup 100 hektare perusahaan, untuk ITDS dan komputer lainnya.
 
Gelontorkan US$ 150 Juta Untuk Tambah Kapasitas
Di tempat yang sama, President Director JICT Helman Sembiring mengusahakan peningkatan produktivitas mencapai 3 juta TEUs (Twenty-foot Equivalent Units) dari 2,1 juta TEUs tahun ini. JICT telah mengalokasikan dana sebesar US$ 150 juta sejak 2008 sampai 2012.

"Tahun depan (2012) produktivitas diusahakan menjadi 3 juta TEUs," kata Helman.

Helman menambahkan, dana yang digunakan tersebut berasal dari dua pihak, dana pribadi dan pinjaman. Dana pribadi yang digunakan berjumlah US$ 80 juta dan dana pinjaman berjumlah US$ 70 juta.

Dana pinjaman tersebut, menurut Helman, didapat dari anak usaha bank dunia, International Finance Corporation (IFC).

"Dana pinjaman US$ 70 juta itu dari anak perusahaan Bank Dunia, IFC," ujarnya.

Selain itu, menurut Helman, JICT juga melakukan ekspansi untuk menambah jumlah lahan. dengan menambah lapangan penumpukan peti kemas seluas 16,8 hektare dan penambahan peralatan sebanyak 4 quay crane, 18 rubber tyred gantry crane, dan 46 traktor dan trailer. Semua alat tambahan tersebut untuk efisiensi kerja dalam mengangkat peti kemas.

Helman menambahkan, terminal JICT juga akan terhubung langsung dengan tol lingkar luar Jakarta (JORR). "Jalan masuk menuju terminal akan tersambung dengan jalan tol JORR," tuturnya.
(dnl/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads