Hal ini disampaikan oleh Presiden SBY saat membuka Rapimnas Kadin di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Jumat (1/4/2011).
"Dana US$ 300 miliar dalam 4 tahun siap disuntikkan untuk percepatan dan perluasan ekonomi. Dana tersebut sebesar US$ 100 miliar dari BUMN, lalu US$ 85 miliar dari swasta yang mudah-mudahan menjadi US$ 100 miliar. Kemudian dari negara sahabat US$ 100 miliar," tutur SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, SBY juga menuturkan soal peluang pengusaha untuk menggarap sektor pangan dan energi di Indonesia karena pasarnya sangat besar, yaitu 240 juta penduduk.
"Dengan penduduk 250 juta dan daya beli yang meningkat, maka kebutuhan pangan, energi, dan air sangat besar. Food business menjadi peluang yang jangan disia-siakan. Semua pemimpin dunia risau akan krisis pangan dan energi. Harga pangan meningkat, dan mari kita bangun agriculture," kata SBY.
SBY mengakui saat ini produksi dan produktivitas pangan serta energi di Indonesia belum mencukupi jika dibandingkan dengan kebutuhan konsumsi masyarakatnya.
(dnl/qom)











































