BPS: Nilai Ekspor RI ke Jepang Anjlok 25% Pasca Tsunami

BPS: Nilai Ekspor RI ke Jepang Anjlok 25% Pasca Tsunami

- detikFinance
Jumat, 01 Apr 2011 12:12 WIB
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan nilai ekspor Indonesia ke Jepang pasca tsunami turun 25%  dari posisi Maret dibanding Februari 2011. Kondisi pelabuhan Jepang  yang rusak menjadi salah satu penghambat ekspor RI ke Negeri Matahari Terbit itu.

"Ekspor ke Jepang pasca tsunami secara total mengalami penurunan 25% secara nilai karena mungkin disana pelabuhan tidak sempurna terima barang ekspor," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Dr. Sutomo, Jakarta, Jumat (1/4/2011).

Berdasarkan data BPS, nilai ekspor non migas ke Jepang pada bulan Februari mencapai US$ 1,6 miliar. Ekspor nonmigas ke Jepang tersebut merupakan ekspor terbesar. Kemudian, disusul Amerika Serikat US$ 1,25 miliar, dan Cina US$ 1,18 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rusman juga mengatakan dari sisi volume terdapat penurunan ekspor Indonesia ke Jepang sebesar 50% pasca tsunami.  Ia menambahkan para importir Jepang kemungkinan besar saat ini lebih fokus pada pemulihan pasca tsunami dan gempa yang terjadi pada 11 Maret lalu.

"Dan mungkin para importir sedang fokus pada recovery dan sebagainya," ujar Rusman.

Namun demikian Rusman menjelaskan jika besarannya nilai ekspor yang turun itu belum bisa dilihat karena baru pada bulan April 2011 baru akan bisa terukur.

(nia/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads