"Ekspor ke Jepang pasca tsunami secara total mengalami penurunan 25% secara nilai karena mungkin disana pelabuhan tidak sempurna terima barang ekspor," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Dr. Sutomo, Jakarta, Jumat (1/4/2011).
Berdasarkan data BPS, nilai ekspor non migas ke Jepang pada bulan Februari mencapai US$ 1,6 miliar. Ekspor nonmigas ke Jepang tersebut merupakan ekspor terbesar. Kemudian, disusul Amerika Serikat US$ 1,25 miliar, dan Cina US$ 1,18 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan mungkin para importir sedang fokus pada recovery dan sebagainya," ujar Rusman.
Namun demikian Rusman menjelaskan jika besarannya nilai ekspor yang turun itu belum bisa dilihat karena baru pada bulan April 2011 baru akan bisa terukur.
(nia/hen)










































