Emirat Fujairah Tawarkan Kemudahan bagi Pengusaha RI

Laporan dari Dubai

Emirat Fujairah Tawarkan Kemudahan bagi Pengusaha RI

- detikFinance
Senin, 04 Apr 2011 12:40 WIB
Emirat Fujairah Tawarkan Kemudahan  bagi Pengusaha RI
Dubai - Pemerintah Emirat Fujairah menawarkan kemudahan dan fasilitas bisnis di Fujairah Free Zone Authority (FFZA) bagi para pengusaha Indonesia.

Tawaran disampaikan dalam pertemuan Konsul Jenderal RI Dubai Mansyur Pangeran dengan Direktur Jenderal FFZA Sharief Habib Al Awadhi di Fujairah Port, demikian Sekretaris I Fungsi Pensosbud Adiguna Wijaya kepada detikfinance, Senin (4/4/2011).

Pertemuan bertujuan untuk membahas berbagai peluang kerjasama ekonomi, perdagangan dan investasi antara pelaku usaha Indonesia-Fujairah, serta dalam rangka Fujairah International Business Forum selama dua hari dimulai hari ini (4–5/4/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih konkrit Dirjen Sharief menawarkan skema business trial bagi pengusaha Indonesia untuk membuka kantor secara kolektif hingga maksimal 10 pengusaha atau perusahaan dengan fasilitas warehouse seluas 500 m2 di kawasan FFZA.

Melalui skema ini selama tenggang waktu 6 bulan hingga 1 tahun para pengusaha Indonesia hanya akan dikenakan biaya minimum sekitar USD 6.850. Fasilitas telepon dan faksimil, serta pengurusan visa juga akan disediakan oleh pihak FFZA.

Menurut Dirjen, produk unggulan Indonesia seperti alumunium, batu bara, emas, produk kayu olahan, dan pertanian seperti jagung dan minyak kelapa sawit (CPO) memiliki potensi besar di pasar UEA dan kawasan sekitarnya.

Dirjen berharap para pengusaha Indonesia dapat memanfaatkan tawaran ini. Diinformasikan pula bahwa saat ini terdapat satu perusahaan Indonesia yang telah beroperasi di FFZA sejak tahun 2008, yaitu PT. Sinar Mas yang bergerak di sektor komoditi CPO.

Lanjut Dirjen, FFZA adalah kawasan perdagangan bebas terbesar ketiga di Uni Emirat Arab (UEA), setelah Jebel Ali Free Zone di Dubai dan Sharjah Free Zone. Letak FFZA sangat strategis dengan dukungan segala kemudahan pelayanan serta kelengkapan fasilitas infrastruktur dan transportasi.

Selain pasar Fujairah dan UEA, FFZA juga dapat dimanfaatkan sebagai hub bagi para pengusaha untuk melakukan re-ekspor produk atau komiditi mereka ke negara-negara di kawasan Teluk, Asia Selatan, Afrika dan sekitarnya.

Saat ini terdapat sekitar 1.800 perusahaan berbagai sektor berada di FFZA dengan volume perdagangan mencapai DHS 4,5 miliar atau setara USD 1,23 miliar per tahun.

Mendorong Ekonomi

Konjen Mansyur menyambut baik tawaran pihak FFZA tersebut dan akan meneruskannya kepada pihak terkait di Indonesia serta berharap para pengusaha Indonesia bergerak cepat dalam memanfaatkan tawaran ini.

Lebih lanjut Konjen berharap pemanfaatan fasilitas FFZA dapat ikut mendorong peningkatan hubungan ekonomi, investasi dan perdagangan Indonesia-Fujairah, juga lebih memperluas penetrasi produk-produk unggulan Indonesia ke pasar UEA, kawasan Timur Tengah dan Afrika.

Sebelumnya Konjen menyampaikan beberapa hal yang masih dalam tahap penjajakan antara lain keinginan Fujairah Cement Industry untuk mengimpor batubara dari Indonesia dan mengekspor semen ke pasar Indonesia.

Impor mesin dan perlengkapan penghancur batu dari Indonesia oleh perusahaan Fujairah Rock and Aggregate Co, juga tawaran untuk berinvestasi di perkebunan dan pabrik pengolahan jagung di Indonesia sehubungan dengan keinginan perusahaan Fujairah untuk mengimpor jagung dan minyak kelapa dari Indonesia.

Konjen Mansyur dan Dirjen Sharief berharap hubungan ekonomi, investasi dan perdagangan dapat lebih ditingkatkan. Keduanya sependapat bahwa masih banyak peluang dan potensi perekonomian kedua negara yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Sekilas Fujairah

FFZA merupakan kawasan perdagangan bebas di Fujairah, salah satu emirat di Uni Emirat Arab (UEA), letaknya sekitar 180 km dari Dubai.

Perekonomian Fujairah bersumber dari subsidi dan grant pemerintah federal UEA di Abu Dhabi. Industri utama Fujairah meliputi pabrik semen, pemecahan batu dan pertambangan.

Fujairah memiliki pelabuhan laut satu-satunya di UEA, menghadap ke Laut Arab, tanpa melewati Selat Hormuz yang berbatasan dengan Iran. Ini adalah salah satu keunggulan pelabuhan Fujairah, di mana biaya transportasi dapat ditekan menjadi lebih murah dan prosesnya lebih cepat dibandingkan pelabuhan lain di UEA.

Pemerintah Abu Dhabi telah menetapkan Fujairah sebagai pintu ekspor minyak Abu Dhabi dan membangun proyek pipa minyak raksasa sepanjang 400 km dari Abu Dhabi ke Fujairah. Sebelumnya jalur ekspor minyak Abu Dhabi melalui Selat Hormuz memakan waktu selama 1 hari.

Volume minyak yang diekspor Abu Dhabi melalui pelabuhan Fujairah sebanyak 1,8 juta barrel per hari. Dengan berkembangnya pelabuhan Fujairah sebagai pelabuhan ekspor minyak diperkirakan perekonomian Fujairah akan semakin berkembang dan maju di masa mendatang.

(es/es)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads