"Harga gas yang naik, elpiji buat masak naik 17% sejak 4 Maret, untuk tangki gede," kata Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan kepada detikFinance, Senin (4/4/2011).
Ia mengatakan, sebagai penyedia gas bagi para penyewa mal (tenant), pihak pengelola mal terpaksa menaikan harga gas.Β Penyewa mal seperti restoran maupun cafe yang selama ini pengguna gas elpiji dalam bentuk elpiji tangki karena sektor ini sudah dilarang menggunakan elpiji tabung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ridwan menambahkan, sampai saat ini belum tahu apa dampak kenaikan harga gas terhadap para pelaku bisnis restoran di mal. Namun yang pasti, lanjut Ridwan, kenaikan harga gas itu akan menambah biaya produksi dan bisa saja mempengaruhi harga jual produk restoran.
"PT Jaya Gas Indonesia (distributor elpiji) yang menaikkan, kita yang beli, karena naik ya kita naikkan," katanya.
(hen/ang)










































