Pemerintah mengandalkan 26 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menjadi penyokong pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini. Seluruh perusahaan pelat merah ini akan melaksanakan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Nasional (MP3EN) tahun 2011-2014.
"Presiden minta harus difokuskan pada 26 BUMN besar yang nemiliki andil rata-rata 96 persen," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di Istana Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (4/4/2011).
Ia mengatakan, 26 BUMN itu jika dilihat dari berbagai sudut sudah bisa mewakili keseluruhan perusahaan milik negara. Sebagai contoh, jika dilihat dari pendapatan maka andilnya 90,4%, sementara dari segi laba bersih 92,8%, dan dari segi aset 92,5%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
26 BUMN itu antara lain:
- PT Pertamina
- PT Perusahaan Listrik Negara
- PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
- PT Pupuk Sriwijaya
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
- Perum Bulog
- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)
- PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA)
- PT Krakatau Steel Tbk (KRAS)
- PT Semen Gresik Tbk (SMGR)
- PT Jamsostek
- PT Taspen
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
- PT Timah Tbk (TINS)
- PT Tambang Batu bara Bukit Asam Tbk (PTBA)
- PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)
- PT Perusahaan Pengelola Aset
- PT Wijaya Karya Tbk (WIKA)
- PT Adhi Karya Tbk (ADHI)
- PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III
- PTPN IV
- Perum Pegadaian
- PT Kereta Api Indonesia
- PT Askes











































